Desa Simpang Pesak telah diguyur hujan dari dua hari yang lalu. Rasa senang tentunya di hati masyarakat pun muncul karena debu-debu telah sirna dan tanaman segar kembali.
Awal hujan memang ekstrim diiringi dengan dentuman guruh dan sambaran petir. Hal ini tentunya membuat masyarakat menjadi waspada baik mereka yang berada di rumah atau pun yang masih bekerja di lapangan. Namun kadang kala musibah datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Begitulah yang terjadi dengan seorang warga dari Dusun Sidorejo yang menjadi korban keganasan petir.
Kejadian bermula pada Rabu, 25 September 2024 sekitar pukul 11.00 WIB ketika hujan mulai turun di lokasi penambangan timah di wilayah 4.10 Desa Simpang Pesak. Korban yang bernama Ari Riyanto (37 tahun) seorang warga RT 13 Dusun Sidorejo Desa Simpang Pesak yang bekerja sebagai penambang ( bedel )bersama temannya Martoyo ( 47 tahun ) juga dari RT 13 dan dusun yang sama pada saat itu baru mulai berteduh di pondok di lokasi kejadian. Tiba-tiba kurang lebih pukul 11.05 WIB petir menyambar pondok. Pak Martoyo terpental sedangkan Ari tidak lagi bergerak. Sebagian pondok hancur. Melihat korban tidak lagi bergerak maka saksi mata segera mencari teman-temannya. Segera bantuan datang dan korban dievakuasi serta dilarikan ke Puskesmas Simpang Pesak. Dokter segera memberikan menanganan namun ternyata nyawa korban sudah tidak tertolong berkemungkinan besar sudah dari sambaran petir tejadi. Terdapat luka lebam dari pundak sampai ke dada korban.
Setelah mendapat kepastian dari dokter maka korban dibawa ke rumah duka dan dimakamkan di Pekuburan Umum Dusun Sidorejo.
Korban adalah tulang punggung keluarga memiliki 3 anak yang masih kecil-kecil, seorang ibu yang janda dan kakak perempuan yang memerlukan batuan medis secara rutin.
Kejadian sambaran petir ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan saat terjadi cuaca ekstrim. Diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk.