Simpang Pesak – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Simpang Pesak menyelenggarakan Pertemuan Bulanan sekaligus Halal Bihalal yang dirangkai dengan Tausiyah Agama pada Jumat (25/04/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung KA. Hasan Kecamatan Simpang Pesak ini, turut dihadiri Camat Simpang Pesak selaku Pembina TP PKK Kecamatan Simpang Pesak.
Ketua TP PKK Kecamatan Simpang Pesak, Wahyu Ajeng Kusriniarty dalam sambutannya mengatakan bahwa pertemuan bulanan ini dalam rangka Halal Bihalal di Bulan Syawal sekaligus untuk menjalin silaturahmi antara Pengurus PKK Kecamatan dan Desa Se-Kecamatan Simpang Pesak.
“Alhamdulillah hari ini kita dapat bertemu kembali dan senang sekali ibu-ibu yang datang ramai banget dan cantik-cantik. Pertemuan kali ini dalam rangka menjalin silaturahmi agar kita PKK Se-Kecamatan Simpang Pesak selalu kompak,” ujar Ajeng sapaan akrabnya.
Ajeng menambahkan agar PKK Kecamatan dan terutama PKK Desa dapat aktif berkegiatan utamanya untuk menjalankan 10 Program Pokok PKK.
“Tak bosan-bosannya kami mengingatkan agar PKK Desa dapat rutin melakukan pertemuan bulanan dan melaksanakan kegiatan agar tujuan dari Gerakan PKK ini dapat tercapai,” himbaunya.
Dalam kegiatan tersebut, juga dirangkai dengan kegiatan Tausiyah Agama yang mengangkat Tema “Makna IdulFitri dalam Pengasuhan Anak dan Remaja” dengan Penceramah Kepala KUA Kecamatan Simpang Pesak, Bobby Zulfikar. Kegiatan Tausiyah Agama ini merupakan realisasi kegiatan dari Kelompok Kerja (Pokja) 1 PKK Kecamatan Simpang Pesak.
“Kami mengapresiasi PKK Kecamatan melaksanakan kegiatan Halal Bihalal ini yang bertujuan untuk menjalin silaturahim, karena silahturahim merupakan tali kekerabatan, sehingga penting sekali memperbaiki silaturahim kepada kerabat terdekat terlebih dahulu seperti keluarga dekat, tetangga, teman kerja dll,” ungkap Bobby.
Bobby juga memberikan materi terkait tema tausiyah khususnya dalam pengasuhan anak dan remaja kepada ibu-ibu pengurus PKK Kecamatan dan Desa Se-Kecamatan Simpang Pesak.
“Dalam Al Quran dijelaskan terdapat 4 posisi anak, antara lain sebagai Penyejuk Hati, Permata Hati/Perhiasan Dunia, Fitnah/Ujian, serta anak sebagai Musuh, dimana anak yang menghalangi orangtuanya untuk mendekatkan diri kepada Allah serta anak dan istri yang merupakan pertanggung jawaban seorang kepala keluarga apabila bapak tidak bisa mengingatkan dan mengajarkan hal baik kepada Sang Pencipta, maka di akhirat nanti bisa menjadi musuh untuk bapaknya,” jelas Bobby.
Mengakhiri tausiyahnya, Bobby berpesan agar para orang tua senantiasa mendidik dan membesarkan anak-anak sesuai tuntunan ajaran Islam.
“Maka dari itu didiklah anak-anak kita sejak kecil sesuai ajaran Islam, insyaAllah tidak akan ada namanya anak durhaka, serta tanamkan juga ajaran tauhid kepada anak-anak kita sebagai pegangan hidup mereka,” pungkasnya. (Aj)