Simpang Pesak – SMA Negeri 1 Gantung menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang berlangsung di Pantai Punai Tanjung Kelumpang Kecamatan Simpang Pesak pada Hari Rabu, 10 September 2025.
Kegiatan LDKS diikuti oleh 100 siswa-siswi yang terdiri dari siswa kelas X dan 44 pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa-siswi dengan kemampuan kepemimpinan, keterampilan manajemen organisasi, serta membangun karakter yang tangguh dan bertanggung jawab pada generasi Gen Z.
Camat Simpang Pesak sebagai pemateri, beliau memberikan apresiasi kepada para guru yang menyelenggarakan kegiatan LDKS ini. LDKS merupakan wadah penting untuk para siswa-siswi dalam melatih dasar kepemimpinan, beliau menuturkan seorang pemimpin harus memiliki integritas tinggi, kemampuan komunikasi yang efektif, kecerdasan emosional, serta kemampuan dalam memotivasi tim.
Di samping itu untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan seseorang harus memiliki wawasan dan juga keterampilan (soft skills) dengan belajar berkomunikasi secara efektif seperti menyampaikan ide, mampu memotivasi, membangun kerja sama tim, mengolah emosional diri sendiri, mampu menganalisis situasi serta membuat Keputusan yang tepat. Kunci sukses dalam sebuah tim/organisasi adalah lahir dari kepemimpinan yang efektif dengan sumber daya manusia yang memumpuni, mempunyai visi misi yang jelas, bisa berkolaborasi, berinovasi dan kemampuan beradaptasi.
“Tantangan utama untuk anak zaman sekarang biasa dikenal dengan Generazi Gen Z yaitu kecanduan teknologi yang berlebihan berdampak negatif seperti cyberbullying, harga diri rendah, bisa mengakibatkan tekanan mental akibat ekspetasi sosial dan akedemik yang tinggi, beresiko untuk keselamatan dari konten negatif yang mengancam kesehatan fisik oleh gaya hidup kurang gerak dan pola makanan tidak sehat”
“Istilah Gen Z sekarang ialah FOMO (Fear of Missing Out) sebuah perasaan cemas atau khawatir karena merasa ketinggalan sesuatu yang penting atau menarik yang sedang dialami atau dilakukan oleh orang lain, hal ini berisiko berdampak kurangnya fokus akibat diktrasi digital yang akan mengakibatkan tingkat cemas dan setres tinggi yang akan mengakibatkan jadi kurang sabar dalam jangka panjang, berdampak kerapuhan dalam menghadapi ketidakpastian seperti masalah ekonomi dan lingkungan”
FOMO bisa diatasi dengan membatasi penggunaan media sosial, fokus pada momen kini momen dimana melatih diri untuk lebih hadir dengan menikmati momen yang dijalani bukan terus menerus memikirkan apa yang dilewatkan. Alihkan perasaan takut ketinggalan menjadi sebuah motivasi untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi diri sendiri bukan hanya sekedar mengikuti trend dari orang lain. Praktikkan jurnal dengan menuliskan rasa syukur atas apa yang dimiliki dapa mengurangi perbandingan diri dan meningkatkan kebahagiaan.
“Dibalik itu Gen Z memiliki banyak kelebihan, mahir dalam teknologi, kemampuan adaptasi yang tinggi, tahan terhadap perubahan-perubahan, keterbukaan terhadap keberagamaan, sikap toleransi serta kemampuan yang multitasking”pungkasnya.
Salah satu peserta, M Gathan Al Azhar, siswa kelas X, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap kegiatan ini. "LDKS memberikan saya banyak pelajaran berharga tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab. Saya juga merasa lebih dekat dengan teman-teman dan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan pada zaman FOMO sekarang," ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi makin semangat dalam melatih wawasan diri dan menggali potensi diri yang positif agar tidak ketergantungan dengan teknologi.